Pages






Selasa, 26 November 2013

Seperti Ini Personel NOAH 20 Tahun Mendatang!


Pernah membayangkan seperti apa personel
NOAH duapuluh tahun lagi? Tak hanya
fans, para personel NOAH pun
kebingungan saat diberi pertanyaan
seperti itu. "Kayak apa yah? Udah pada bulet-bulet semuanya," ujar Ariel sambil tertawa.

"Umur 50 ya.. Hmmm," sahut Uki yang belum bisa memberikan jawaban.
Menurut Ariel , NOAH selalu memiliki
rencana dalam jangka waktu setahun
ke depan. Tak heran mereka seolah
kehabisan jawaban saat membayangkan seperti apa NOAH dalam duapuluh tahun ke depan.
"Planning ke depannya baru setahun ke depan sih," tutur Ariel sambil terkekeh. "Kejauhan tuh mikirnya," tambah David sambil melempar
senyum.
"Paling yang kayak gini-gini juga Cuma beda di fisik doang. Masih tetap manggung, masih tetap nyanyi. Kayaknya masih kayak gitu," jelas Ariel seolah mengambil jalan tengah.



Senin, 25 November 2013

Kapan NOAH Rilis Album Baru...?

Kualitas yang ditunjukkan NOAH di album SEPERTI SEHARUNYA membuat fans tak sabar menanti gebrakan baru. Sebagian dari mereka pun mulai bertanya-tanya kapan album baru bakal diluncurkan.

Ditemui di backstage beberapa saat sebelum
tampil,Ariel menjelaskan bahwa album NOAH
belum akan dirilis dalam waktu dekat. Namun
ia menjanjikan ada proyek menyangkut lagu
baru yang akan segera diumumkan lebih
lanjut.
"Album baru masih lama kayaknya. Tapi ada
beberapa proyek yang menyangkut pada lagu baru. Tapi.. Nantilah kita kasih tahu," ujar
Ariel jelang konsernya di Amarta Hills, Kota Batu,Sabtu malam (23/11).

Belum jelas proyek apa yang dimaksud Ariel.
Namun yang jelas para Sahabat NOAH masih
bisa bersabar menunggu album baru sambil
menikmati buku 6.093 MIL dan film AWAL
SEMULA yang juga baru dirilis NOAH

kapanlagi.com

Kamis, 21 November 2013

Luna Maya Masih Eksis, Farhat Abbas: Indonesia Miskin Wanitakah?

Jakarta, Indonesia : Pengacara muda Fahat Abbas kembali menyerang Luna Maya. Berkicau melalui akun Twitter pribadinya, suami dari Nia Daniaty tersebut menuturkan rasa kecewanya saat melihat Luna masih berkarya di salah satu program televisi

Menurut Farhat, dengan kesalahan yang pernah dilakukannya, Luna seharusnya memberi kesempatan pada wanita lain untuk menggantikan posisinya.
Diketahui, hal ini juga sempat dituturkan Farhat di akun Twitternya pada beberapa waktu lalu

"Anak SMP mesum saja dipecat sekolah, eh Luna Maya keluar masuk acara TV, sungguh merusak bangsa!" tulis Farhat melalui akun @Farhatabbaslaw, Rabu (14/11/2013).
"Memangnya nggak ada lagi wanita Indonesia yang lebih pantas dan berbudaya selain Luna Maya? Beri kesempatan dong wanita potensi Indonesia!
"Indonesia miskin wanitakah? Wanita yang miskin moral ( Luna Maya ) saja masih bebas berkeliaran dan berdiri di atas panggung publik." lanjut Farhat.
Namun, hingga saat ini, belum ada balasan resmi dari Luna terkait 'serangan' tersebut.
Seperti dikabarkan sebelumnya, perseteruan Farhat Abbas dan Luna Maya sendiri dimulai saat artis cantik tersebut terlibat skandal video pada Mei 2010 silam dengan mantan kekasihnya, Nazril Ilham (Ariel).
Meski sudah berakhir dengan vonis penjara selama 3 tahun 6 bulan terhadap Ariel, Farhat belum juga berhenti untuk mempertanyakan kelanjutan dari kasus tersebut. Terutama dengan dengan ancaman hukuman yang sempat menimpa Luna Maya.
"Gue usul! Dibuat Hari Luna Maya setiap tahunnya sebagai peringatan agar remaja nggak porno! #capresmuda #AkuIndonesia #LsmHajar." pungkas Farhat kala itu.

Pengalaman Spiritual Ariel di Dalam Penjara


Jakarta : Berada di dalam penjara, merupakan sesuatu hal yang baru bagi Ariel. Kehidupan baru Ariel dimulai saat dirinya mendekam di dalam tahanan Bareskrim Mabes Polri. Ariel berada dalam tahanan yang disebut-sebut sebagai ‘Kampung Atas’, sebuah sebutan di blok rumah tahanan Bareskrim Mabes Polri.

Sebagai artis terkenal, sambutan hangat diterima Ariel saat menjadi warga baru di ‘Kampung Atas’. Namun, Ariel tetap gugup dengan status barunya sebagai tahanan. Berbagai karakter unik orang pun ditemui Ariel di rumah tahanan itu.

Diakui oleh Ariel jika selama di dalam tahanan Mabes Polri dirinya banyak mendapatkan pelajaran dari pertemuannya dengan orang-orang baru itu. Salah satu yang paling unik adalah pertemuannya dengan pejabat-pejabat negara tersangka kasus korupsi, dan tokoh kondang ustadz Abu Bakar Ba’asyir yang ditangkap atas tuduhan aksi terorisme.


Selama di tahanan, Ariel mengaku terkesan dengan Abu Bakar Ba’asyir yang biasa dipanggil Pak Ustad. Menurutnya, ada kata-kata dari Pak Ustad yang akan terus diingatnya.
"Jangan berkecil hati, manusia diciptakan di dunia ini memang untuk bikin kesalahan, lalu memperbaiki diri. Kalau semua orang sudah tidak bikin kesalahan lagi, maka semua ini akan dimatikan Tuhan karena tidak ada tujuan hidup," kata Ariel menirukan Ustad Abu Bakar seperti dikutip dalam buku Ariel bertajuk Kisah Lainnya: Catatan 2010-2011.
Dalam buku itu juga Ariel menulis kisah pertemuannya dengan beberapa orang penting di penjara. Ia bergaul dengan para tahanan lain yang berasal dari latar belakang berbeda. Ada politisi, ada pejabat, dan lainnya


Ariel menganggap kehidupan di dalam penjara itu seperti melting pot (panci lebur) yang membaurkan semua orang dari latar sosial yang berbeda-beda. Karena itu, di sana terdapat ragam orang dari penjahat kelas teri hingga kelas kakap,dari pelaku pemerkosaan hingga nabi palsu, dan lain sebagainya.
Selama di dalam penjara, Ariel juga sempat merayakan Hari Raya Idhul Fitri di dalam penjara. Namun, dirinya tidak sendirian karena banyak teman-temannya yang menjenguk dirinya, termasuk sang kekasih Luna Maya dan orangtuanya.
Kunjungan Luna dan orangtuanya tentu membuat Ariel bahagia. Sejak awal, melalui pengacaranya, Ariel sudah mengungkapkan harapannya bisa merayakan Lebaran bersama orang-orang terdekatnya.


Ariel dan tahanan lain memang berstatus hukum sebagai tersangka dilarang keluar dari tahanan. Tapi, oleh polisi, mereka diberi kelonggaran untuk bertemu dan merayakan Lebaran bersama keluarga dan kerabat di dalam tahanan.
Rabu, 20 Oktober 2010, Ariel dipindahkan ke rutan Kebun Waru, Bandung karena berkas kasus video pornonya sudah P21 dan segera menjalani persidangan di kota Bandung. Hal ini dikarenakan lokasi pembuatan video porno dilakukan di kota Bandung. Ini juga yang membuat Ariel sumringah karena dirinya bisa dekat dengan teman-teman dekatnya.
Dalam persidangan beberapa kali, akhirnya Ariel pun dinyatakan bersalah dan harus mendekam di dalam penjara selama 3,5 tahun plus denda Rp 250 juta. Merasa tak terima dengan putusan ini, Ariel pun mengajukan banding ke Pengadilan Tinggi.


"Hakim tak memerhatikan prinsip hukum yang berlaku. Majelis hakim tadi pakai teori 'apa boleh buat'. Saya sendiri baru dengar teori itu. Makanya, kami akan langsung ajukan banding karena putusan lebih pada adanya campur tangan masyarakat," kata kuasa hukum Ariel, OC Kaligis.
Namun, dalam proses hukumannya, Ariel hanya menjalani hukuman dua tahun satu bulan karena dirinya menjalani bebas bersyarat. Sebelumnya, Ariel juga sempat menjalani proses asimilasi dengan bekerja di sebuah perusahaan konsultan arsitek. "Biasanya, pulang kerja 5 sore. langsung diajak main tenis meja sama teman yang lain sampai malam," pungkas Ariel.

Wanita-wanita di Sekitar Ariel

Jakarta : Sosok Ariel memang menjadi magnet bagi kaum wanita. Tercatat beberapa nama artis sempat diisukan berhubungan dengan Ariel seperti Bunga Citra Lestari, Aura Kasih dan lainnya. Bahkan yang terparah Ariel juga sempat diisukan menjadi biang keretakan kehidupan sebuah rumah tangga.

Sampai akhirnya, misteri siapa ayah bayi yang dilahirkan Andara Early terjawab. Ferry Iskandar secara tidak langsung mengakui sebagai ayah bayi itu. Padahal berita ini sempat membuat Ariel yang dituduh sebagai ayah bayi Early gerah. Tapi pihak keluarga Early tetap menantang tes DNA.


Bahkan dalam sebuah jumpa pers, Ariel dan Early juga sempat tampil bersama untuk mengklarifikasi mengenai hubungan keduanya. Keduanya dengan tegas mengelak memiliki hubungan.


Selesai permasalahan dengan Andhara Early, Ariel juga sempat dikabarkan telah menghamili salah satu penggemarnya, Sarah Amelia. Saat itu, Ariel mengelak telah menghamili Sarah. Namun karena desakan beberapa pihak, termasuk dari DJ Wingky Wiryawan yang juga sepupu Sarah, Ariel akhirnya menikahinya wanita yang sedang hamil 5 bulan itu.
"Lia dan Ariel telah menikah Minggu 3 Januari 2005. Mereka nikah di tempat saudara Lia di Jawa Timur. Maaf saya tidak bisa menyebutkan kota dimana mereka menikah. Ini sangat pribadi. Masalahnya, pernikahan ini kan untuk menutup aib. jadi nggak baik kalau dibesar-besarkan," kata Ansori, pengacara Sarah Amelia.
Menurut Ansori, pernikahan mereka berlangsung lancar. Karena ayah Lia telah meninggal, maka wali yang berhak menikahkan Lia adalah pamannya. Sementara, Ariel didampingi oleh kedua orang tuanya. "Ariel dan Lia menikah secara hukum dan agama. Jadi bukan nikah siri. Surat nikah resmi dari KUA juga ada kok," tandas pengacara asal Semarang ini.
Seperti sudah diprediksi, rumah tangga Ariel dan Sarah memang tidak berlangsung lancar. Keduanya bahkan sempat dikabarkan pisah ranjang. Sarah dan Allea, buah hati mereka, menetap di Jakarta sedangkan Ariel tinggal di Bandung, Jawa Barat.


Kabar yang beredar saat itu santer beredar jika Ariel asyik menjalin hubungan dengan model dan bintang sinetron cantik, Luna Maya. Dan akhirnya, Ariel pun menggugat cerai Sarah di Pengadilan Agama Jakarta Barat. Meski tidak mudah, menurutnya keputusan ini adalah yang terbaik.
"Saya sangat yakin untuk bercerai, karena ini adalah jalan yang terbaik. Buat saya tidak mudah untuk mengambil langkah perceraian ini," kata Ariel.
Keputusan cerai talak itu sudah dibicarakannya bersama Sarah, dan bukan merupakan keputusan sepihak.
"Aku dan Sarah sudah membicarakan masalah ini jauh sebelum aku mengajukan gugatan. Aku mengambil keputusan ini bukan dari ego masing-masing," pungkasnya.


Bercerai dengan Sarah, Ariel kembali menjalin hubungan dengan Luna. Bahkan, keduanya sempat dikabarkan akan segera melanjutkan ke jenjang pernikahan. Sampai akhirnya tanggal 22 Mei 2010 video mesum yang diduga Ariel dan Luna beredar di internet. Tak hanya dengan Luna, video mesum Ariel dan Cut Tari juga mengikuti di belakangnya.
Baik Ariel, Luna dan Tari ditetapkan menjadi tersangka oleh Mabes Polri karena peredaran video tersebut. Namun, hanya Ariel yang dijebloskan ke dalam tahanan dan menjalani persidangan. Sedangkan Luna dan Tari bisa bebas, namun tetap menyandang status tersangka.
Ariel pun dinyatakan bersalah dan harus menjalani hukuman tiga setengah tahun penjara di LP Sukamiskin, Bandung. Selama di dalam penjara, Peterpan pun harus vakum dari segala kegiatan manggungnya. Maklum, Ariel memang sudah dianggap sebagai front man yang tak bisa digantikan.

PETERPAN Album Bintang Di Surga...

01. Ada Apa Denganmu



02. Mungkin Nanti



03. Khayalan Tingkat Tinggi
 
 
 
04. Dibelakangku
 
 
 
05. Kukatakan Dengan Indah
 
 
 
06. 2 DSD
 
 
 
07. Diatas Normal
 
 
 
08. Aku
 
 
 
09. Masa Lalu Tertinggal
 
 
 
10. Bintang Di Surga





Artis      : Peterpan
Album   : Bintang Di Surga
Tahun    : 2004
Personil :
  1. Ariel
  2. Uki
  3. Lukman
  4. Andika
  5. Indra
  6. Reza

Reza NOAH: Kalau Bukan Ariel Vokalisnya, Bubarin Aja!

Jakarta : Banyak cerita
menarik dalam film NOAH: Awal Semula yang
belum diketahui masyarakat. Salah satunya
kisah sang drumer, Reza. Dirinya sempat
frustrasi lantaran Ariel terjerat masalah
hukum dan harus mendekam di penjara.
Sementara, Uki malu keluar rumah.
"Anak-anak (personel lain) sempat bingung.
Kalau gue sendiri, Ariel ya vokalis Peterpan
atau NOAH, kalau bukan Ariel mendingan
dibubarin saja," ujarnya dalam film NOAH:
Awal Semula.
"Kalau terlihat nyablak, memang aslinya
seperti itu jujur dari anak-anak. Pengambilan
gambar nggak pernah ketahuan yang mana,"
tambah Reza.

Pemikiran untuk membubarkan NOAH itu
juga sempat terbesit di pikiran Uki dan
Lukman. Saat itu Uki mengaku malu untuk
keluar rumah, dan lebih memilih diam.
"Pokoknya mah saat ada kasus itu (video
asusila Ariel) jadi malu mau ke mana-mana,"
kata Uki.

Film NOAH: Awal Semula, akan ditayangkan
serentak pada 14 November mendatang di
seluruh bioskop di Indonesia. Film hasil
rumah produksi 700 Pictures itu diharapkan
dapat menginspirasi Sahabat NOAH dan
masyarakat pada umumnya untuk dapat terus
bangkit menjalani kehidupan.

Film NOAH "Awal Semula" Akan Tayang di Hongkong


Jakarta - Film NOAH "Awal Semula" yang
disutradarai Putrama Tuta, mulai tayang
perdana di XXI Epicentrum, Jakarta, Senin
(11/11) malam. Sementara penayangan
serentak di bioskop seluruh Indonesia mulai 14 November 2013.

Film hasil kerjasama 700 pictures, Berlian
Entertainment, dan Musica Studio's ini
mengangkat kisah kebangkitan NOAH sebagai band dari keterpurukan.
Pasca ditahannya Ariel terkait kasus video
asusila, grup yang digawangi oleh Ariel, Uki,
Lukman, Reza dan David ini memang harus
memulai kariernya kembali dari nol.

Namun, berkat kerja keras dan kecintaan
mereka terhadap musik, serta dedikasi mereka kepada para penggemar yang tidak pernah
berhenti, NOAH akhirnya bangkit dan meraih
kembali kesuksesannya.

Selain diputar di Indonesia, film ini rencananya juga akan diputar di Hongkong. "Saat NOAH menggelar konser di 5 negara 2 benua,
Hongkong adalah salah satunya. Sehingga
kami berencana membawa film NOAH ini ke
Hongkong pada Desember mendatang," kata
Indrawati Widjaja, Direktur Musica Studio yang menanungi NOAH.

Bila menuai sukses, film ini pun rencananya
akan diputar di negara lain tempat NOAH
menggelar konser, yakni Australia, Malaysia,
dan Singapura. "Satu-satu dulu, kita lihat nanti bagaimana respon di Hongkong," tegasnya.

Review Film NOAH "Awal Semula"

Film Awal Semula bukan seperti kebanyakan
film Nasional yang beredar. Sutradara muda
Putrama Tuta yang sebelumnya menghadirkan catatan Harian si Boy, kembali
memberikan visi segarnya untuk ditonton. Kali ini, tentang Ariel dan Noah.

Orang bijak pernah mengatakan, bahwa
seseorang justru bisa bercerita tentang
hidupnya, lewat masalah-masalah yang
pernah ia hadapi. Begitulah kami bisa melihat
film ini. Jatuh bangun Ariel, Noah adalah fokus film ini.

Sama seperti penulis, yang kebanyakan baru
bisa menulis saat hatinya sedang resah atau
galau (lalu menjadi numb di saat mood-nya
sedang bahagia). Film ini juga begitu.
Vakumnya Ariel bersama pecahan grup
Peterpan beberapa tahun lalu, adalah material cerita yang sangat menarik. Perpisahan grup tersebut, lalu kemalangan Ariel dengan
masalah pribadinya, sampai usaha mereka
untuk bangkit kembali. It’s all good material.
Hanya produser dan sutradara film yang tidak
peka, yang tidak akan mengambil kesempatan bagus ini.

Untungnya, Noah setuju kisah mereka
difilmkan oleh Putrama Tuta, yang menurut
kami sudah cukup berhasil dengan film
pertamanya beberapa tahun lalu. Kami tidak
bisa membayangkan, bila kisah grup musik
besar ini ditangani oleh sutradara atau
produser film lain, yang tidak memiliki visi
sekreatif Tuta. It’s going to be that lame film,
about a band.

Awal Semula, berdiri di genre non fiksi,
seutuhnya dokumenter, tentang sebuah grup
musik bernama Noah. Siapa Noah tentu tak
perlu dijelaskan lagi. Siapa laki-laki paling
populer dari grup musik pecahan Peterpan itu
juga semua orang sudah tahu. Awal Semula
nampak bertugas menjelaskan hal-hal yang
orang tidak tahu, atau belum tahu.

Dengan statusnya saat ini, Ariel tentu akan
menolak semua wawancara yang berkaitan
dengan kehidupan pribadinya. Film ini
semacam kumpulan wawancara eksklusif yang diinginkan semua media. Kesempatan untuk mengorek-ngorek pendapat setiap anggota
grup Noah yang tak pernah kita dapatkan,
sebagai jurnalis. Kurang lebih bisa kita
temukan jawabannya di sini. Dan ‘wawancara
eksklusif’ dengan Noah ini dilakukan oleh
Putrama Tuta selama kurang lebih 1 tahun 3
bulan, sampai akhirnya film ini dirilis ke publik.

A vision extraordinaire, film ini mengumpulkan
begitu banyak video-video perjalanan Ariel
bersama Peterpan (termasuk testimoni
anggota Peterpan lainnya, saat itu), testimoni dari masing-masing anggota Noah, cerita-
cerita di balik panggung konser yang mereka
jalani, dan beberapa bagian yang cukup
menyesakkan untuk dilihat sebenarnya (saat
David harus absen dari beberapa konser,
karena harus keluar masuk rumah sakit -
misalnya).

Dalam durasi 90 menit, penonton akan
disajikan timeline panjang Ariel bersama
semua orang yang terlibat di dalam karier
bermusiknya hingga saat ini. Ini kesempatan
berharga untuk mengenal lebih dekat orang-
orang selain Ariel, lewat film ini. Masing-
masing dari mereka (Uki, Reza, Lukman,
David) diberikan suara, juga untuk bercerita.
Tentang menjadi terkenal, sesaknya hidup
saat musik harus berhenti sesaat, sahabat
mereka yang hidupnya berubah selamanya,
rasa malu, keyakinan, dan banyak lagi.
Terlepas dari penggemar setia mereka, yang
selalu berdiri di belakang mereka bahkan saat

Ariel ditimpa masalah, Noah memiliki musik
pop yang laris di Tanah Air. Mereka
meninggalkan citra Peterpan, dan sepenuhnya merengkuh roh yang baru di dalam Noah.
Musik mereka yang semakin besar, juga salah satu alasan kisah mereka layak difilmkan. Dan untuk di Indonesia, merekalah yang pertama kisahnya diangkat ke layar lebar dengan
kualitas sinematik yang cukup memuaskan.

Untungnya, kisah tentang grup musik besar ini tidak dibuat menggunakan aktor-aktor yang
harus memerankan Ariel dan yang lain, hanya
untuk bercerita dengan flashback. Keputusan
Tuta dan produser lainnya, mengemas kisah
Noah ke dalam sebuah film dokumenter musik cukup pintar dan tidak bisa lebih tepat lagi.
Kepustakaan film Nasional akan
menambahkan film ini ke kategori dokumenter musik, yang mungkin belum pernah ada
sebelumnya.,

Seperti yang sudah kami ungkapkan di atas,
untuk kualitas Nasional, Awal Semula adalah
film dokumenter musik yang bagus. Mungkin
tidak semegah Coldplay Live atau secerah dan sepenuh warna Katy Perry: Part of Me, tapi
memang semua tampilan yang mentah di layar adalah pertimbangan sang sutradara untuk
mengemasnya demikian. It’s not a concert film,menurut Tuta.

Go see this film, ini kesempatan yang baik
mengenal Ariel dan Noah tanpa harus
meminta wawancara khusus bersama mereka.

NOAH 'Awal Semula' : Kesempatan Kedua Mencapai Kesuksesan

Grup band NOAH memang bukanlah band
sembarangan, terbukti di tahun 2013 ini band
yang digawangi oleh Ariel (vokal), Uki (gitar),
Lukman (gitar), David (keyboard) dan Reza
(drum) telah merilis sebuah film yang
menceritakan tentang perjalanan karir band
mereka untuk mendapatkan kesempatan
kedua demi meraih kesukses di industri musik
Indonesia.

Film NOAH dimulai dengan kisah
perpecahan yang terjadi di dalam grup band
yang kala itu masih bernama Peterpan,
Andika (keyboard) dan Indra (bass) terpaksa
keluar dari band tersebut karena adanya
perbedaan misi untuk masa depan Peterpan.
Kehancuran pun kian menerpa grup band
asal Bandung ini ketika sang vokalis Ariel,
terkena masalah hukum dan masuk kedalam
hotel prodeo dengan tuduhan
keterlibatannya dalam kasus video porno.

Kepercayaan dan keteguhan antara para
personil band pada saat itu memang benar-
benar sedang diuji. Lewat tayangan film ini
digambarkan betapa bingung dan frustasinya
mereka bila nanti grup band tersebut akan
hilang atau bubar akibat sudah tidak disukai
oleh pencinta musik. Uki yang mencari
kesibukan dengan membuat lagu dirumah,
Lukman pergi ke India dan Reza mulai
mencari band lain serta sempat menghilang
dari kawanan tim Peterpan.

Pada akhirnya semangat para pemain musik
ini muncul kembali setelah mereka terpisah
untuk beberpa lama dan mendapatkan warna
musik baru dengan masuknya David sebagai
Keyboardis. Sejak itulah mereka mulai
berjuang untuk tetap membuat grup band ini
terus ada di dekat masyarakat, sementara
Ariel yang berada didalam penjara juga tetap
mengasah kemampuannya dalam
menciptakan lagu-lagu baru.

Film yang diproduksi atas kerjasama antara
rumah produksi 700 Pictures, Berlian
Entertainment dan Musica Studio ini memang
banyak memberikan inspirasi, salah satunya
adalah tentang kesempatan kedua yang
memang ada hanya tinggal bagaimana cara
kita mau meraihnya. Salah satu syarat
penting untuk menggapai itu adalah pantang
menyerah.

NOAH 'awal Semula' sengaja dibuat
senatural mungkin dimana para pemainnya
yang merupakan personil NOAH tidak
menyadari bila mereka sedang diambil
gambarnya untuk kepentingan sebuah film.
Untuk menarik perhatian mata penonton
diselipkan juga beberapa adegan konyol dari
kebiasaan para personil NOAH yang
mengundang tawa.

Pada film ini juga akan diperlihatkan
ketegangan dan persiapan para personil
band NOAH bersama para
crewnya menjelang tampil diatas panggung.
Secara keseluruhan, film berdurasi 90 menit
ini bukan ditujukan khusus untuk para fans
NOAH, tetapi seluruh kalangan masyarakat
tetap bisa menikmatinya.

Bagaimanakah cara Ariel dan kawan-kawan
dalam meraih kesuksesan band mereka?
bagaimanakah keseharian para personil
NOAH jika tidak tampil diatas panggung?
Temukan jawabannya dengan menonton film
dari pencetak hits 'Separuh Aku' mulai 14 November 2013.

Tantangan Berat Putrama Tuta: Bikin Ariel Percaya untuk Cerita...

Sutradara Putrama Tuta mencoba membangun kepercayaan dari para personel NOAH,
khususnya Ariel, untuk cerita apa adanya
mengenai masalah-masalah yang dilalui band,dan diangkat ke film. Bagi Tuta, hal itu bukan
perkara mudah.
"Trust, dan itu butuh proses panjang. Terlebih materi saya adalah Nazril Irham yang dia
pernah dalam dijatuhin. Nembus dia itu nggak
gampang, untuk bikin dia cerita itu susah," kata sutradara yang sebelumnya mengerjakan film 'Catatan Harian Si Boy' itu.

Untuk mendapatkan kepercayaan tersebut,
Tuta mengikuti perjalanan NOAH dalam setiap kegiatan mereka di panggung selama satu
tahun tiga bulan. "Selama saya ngikutin mereka,beneran udah seperti personel keenam. Saya sayang, kasihan sama mereka," lanjut Tuta dengan raut muka serius.

Ia kemudian meyakinkan Ariel cs bahwa plot
dalam filmnya akan lebih banyak membahas
bagaimana band ini bangkit dari keterpurukan.
Bukan menjual sisi kontroversial agar filmnya
menjadi sorotan di mana-mana.
Tuta mengakui bahwa filmnya 'NOAH: Awal
Semula' memang bergaya dokumenter. Tetapi ia menegaskan bahwa film tersebut bukan
sekadar footage yang disambung-sambung.
"Karena tetap saya harus men-direct cerita,"
ujarnya.

Selama 72 menit, penonton akan diajak meihat sisi lain dari band NOAH dalam menghadapi masalah mereka, dan usaha untuk kembali
bangkit. Tuta mengumpulkan potongan gambar yang diambilnya dari 16 September 2012
hingga konser besar terakhir NOAH yang
menandai kembalinya mereka ke panggung.
"Kalau saya dibayar suruh jadi Ariel, saya
nggak bakalan mau. Capek lho jadi mereka.
Jadwalnya gila-gilaan. Udah gitu, kayak Ariel itu dia nggak bisa ke mana-mana. Tur di luar kota ya di hotel aja," papar Tuta.

NOAH 'Awal Semula' Babak Baru PerjalananAriel Cs

Ariel setengah berlari dengan kawalan
beberapa pria berbadan tegap. Ia seperti
sedang menghindari sesuatu. Musik pengiring dibuat dramatis dengan potongan gambar yang putus-putus.

Itu adalah adegan pembuka film 'NOAH Awal
Semula' karya sutradara Putrama Tuta. Film
semi dokumenter ini adalah penampilan
perdana Ariel, Uki, Lukman, dan Reza di layar lebar.

Film hasil kerjasama 700 Pictures, Musica
Studio's dan Berlian Entertainment itu
mengangkat kisah kebangkitan NOAHsebagai band yang tengah terpuruk. Setelah melepas nama Peterpan beserta dua personel awal
pendiri band tersebut, cobaan terbesar muncul ketika Ariel terjerat hukum dan harus
mendekam di penjara.

Bukan hanya personel band yang terkena
imbasnya. Ratusan orang yang bekerja dalam
setiap kegiatan panggung NOAH pun
mendadak menganggur. Bahkan, Lukman
sampai menjual beberapa koleksi gitarnya dan sempat berpikiran untuk berhenti main musik.
David yang juga baru menjadi bagian dari
NOAH juga ikut gigit jari.

NOAH 'Awal Semula' memperlihatkan sisi lain
dari kasus yang menjerat Ariel. Jika penggemardan sebagian orang melihat dari sudut pandang kasus Ariel lewat pemberitaan media, film ini mengajak kita ikut berada dalam situasi yang dihadapi personel band NOAH lainnya.

Bagaimana Ariel mengisi hari-harinya di
penjara, dan tetap berusaha membuat musik?
Bagaimana kasus yang menjerat Ariel membuat personel NOAH lainnya sempat malu untuk
keluar, dan muak dengan pemberitaan media?
Sekelumit kisah tersebut menjadi konflik utama dalam gabungan footage dan dokumentasi
band tersebut sejak berdiri pada tahun 2000.

Namun inti cerita film adalah, bagaimana NOAH bangkit dari keterpurukan itu dan kembali
terang benderang.
Ketika Ariel di penjara, personel lainnya kembali membuat musik instrumental dari lagu-lagu
mereka. Uki, Lukman, Reza, dan David
berkolaborasi dengan Idris Sardi dan beberapa musisi lainnya untuk membuat konser tanpa
suara vokalis.

Ya, sebesar itu mereka menghormati Ariel dan tidak meninggalkannya. Bahkan dalam konser,standing mic Ariel tetap dibiarkan berdiri
dengan sorotan lampu. Di sampingnya terletak gitar yang selalu dipakai vokalis berkarisma itu.

NOAH 'Awal Semula' merupakan dokumentasi berharga bagi para Sahabat NOAH dan
pengetahuan baru yang menarik bagi penonton secara umum. Bukan saja untuk pertama
kalinya para personel band tersebut lebih
terbuka pada masalah-masalah yang mereka
lalui, namun film ini menjadi semacam media
yang makin membuat intim penggemar dan
idolanya.

Tetapi, plot yang dirajut Putrama Tuta agar film ini tak terasa membosankan dan terlalu
'dokumenter', tetap menyisakan cela. Beberapa chapter dalam film ditampilkan terlalu singkat dan seolah terburu-buru menuju ke chapter lain.

Misalnya, ketika penonton masih dibuat
penasaran dengan konsep konser unik NOAH di Bali. Semua penonton mengenakan
headphones dalam konser tersebut, dan Ariel hanya tampil lip sync di panggung. Bagian itu menarik, namun kurang digali lebih dalam.

Jika persoalannya durasi, mungkin Tuta bisa
membuang beberapa adegan yang
menampilkan para personelnya yang sedang
merokok (yang cukup banyak dalam film ini),
dibanding membatasi keutuhan cerita pada
masing-masing chapter.
Merokok di pesawat, merokok di mobil, merokok di kamar hotel, merokok saat interview...

Mungkin beberapa adegan itu bisa
dipertimbangkan untuk di-cut, mengingat
sebagian besar penggemar NOAH adalah
anak-anak remaja. Dan fakta bahwa salah satu sponsor terbesar film ini adalah perusahaan rokok, sulit untuk membuat kita tak bisa tidak berpikir bahwa adegan-adegan itu memang
sengaja ditampilkan.

Tara Basro: Ariel Musisi Hebat....

Jakarta : Baginya, vokalis NOAH itu adalah musisi sekaligus pencipta lagu yang hebat. Karya-karyanya bagus. Tak pelak, rentetan konser NOAH selalu penuh penonton.
"Dia itu musisi hebat, inspiring banget. Kami
memang sempat kerja bareng. Dan,
hubungan kami baik. Kami berteman saja,"
kata Tara di sela-sela press screening film
Make Money di XXI Epicentrum Walk, Jalan
HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan,
Selasa (12/11/2013).

Namun, Tara memang mengakui kalau dirinya
suka dengan Ariel. "Mungkin dari segi
musiknya," lanjutnya. Karena hubungan
pertemanan itulah Tara kemudian datang ke
acara pemutaran perdana film dokumenter
NOAH berjudul Seperti Semula.
"Kebetulan sutradaranya, sutradara film
pertama saya," ucapnya. Kedekatan Tara
dan Ariel mulai terjalin ketika Tara menjadi
model dalam videoklip NOAH.

Jadwal Schedule NOAH 13 Nov - 24 Nov 2013


JADWAL Schedule Konser #NOAH Promild Tour 13 - 24 Nov 2013

-> 13 November = Kendal
-> 16 November = Semarang
-> 17 November = Salatiga
-> 19 November = Klaten
-> 21 November = Karanganyar
-> 23 November = Batu
-> 24 November = Probolinggo

source : www.noah-site.com

note : jadwal dapat berubah/bertambah sewaktu waktu

Sutradara ingin tampilkan Effort NOAH di Awal Semula

Sebagai film documentary, gambar yang
disuguhkan dalam NOAH: AWAL SEMULA
banyak yang terlihat mentah dan merupakan
rajutan dari footage NOAH selama ini.

Menurut Putrama Tuta selaku sutradara, hal
itu sengaja dilakukan demi menyajikan gambar yang sejujur mungkin.
Kendati demikian, ditegaskan Tuta, film
tersebut telah melewati tahap-tahapan
penggarapan layaknya film kebanyakan.
Apalagi, tujuan dari Tuta atas karyanya itu
untuk menunjukkan effort band NOAH yang
mencoba bangkit dari keterpurukan.

"Itu konsep saya. Gambar yang saya kejar
gambar yang sejujur mungkin. Dibilang
mentah juga nggak, semua kita lakukan
seperti men-treat konsep film," kata Tuta di
Kawasan Pancoran Jakarta Selatan, Kamis
(14/11).

Dilanjutkan Tuta, dirinya memang sengaja tak
menerapkan time frame di film NOAH: AWAL
SEMULA. Sebab, jika itu dilakukan
menurutnya akan terkesan dibuat-buat.
Apalagi ia ingin menyuguhkan perilaku dari
Ariel, Lukman, David, Uki dan Reza secara
natural.
"Saya nggak pake time frame Karena yang
ingin saya tonjolkan adalah effort mereka.
Kalau saya tonjolkan malah saya melihat ini
mengarahkan mereka," pungkasnya.

Film Noah Menggantung, Ini Alasannya


Jakarta: Sutradara film Noah
Awal Semula, Putrama Tuta, punya alasan
kenapa akhir film bikinannya ‘menggantung’.
Menurut Tuta, ia sengaja membuat penutup
yang memantik penasaran penonton, untuk
menggambarkan bahwa karir band asal
Bandung tersebut belum rampung.
"Ending-nya tidak saya jabarkan seperti apa
yang diinginkan penonton, karena perjalanan
mereka (Noah) belum selesai dan akan
berlanjut," kata dia di Musica Studio, Kamis, 14 November 2013, malam.

Tuta mengungkapkan, film Noah, yang ia
tonjolkan, adalah plot dan alur cerita. Film itu
berkisah soal perjalanan band yang
beranggotakan Ariel, Uki, Reza, Lukman, dan
David, sejak masih bernama Peterpan hingga
‘berganti baju’ menjadi Noah dan merilis album Seperti Seharusnya pada tahun ini.

Menurut Tuta, ia sengaja sejak awal bertutur
soal karir musik Noah, bukan kisah personal
para anggotanya, demi setia pada plot. Itulah
sebabnya, gambaran kehidupan personil Noah saat menganggur ketika Ariel dibui akibat
kasus video syur, tak ditampilkan dalam film
berdurasi 72 menit.
"Saat mereka nganggur enggak saya ambil
karena cerita itu sudah ada di rilis-rilis media
dan terjadi sebelum film ini dibuat,” kata
Putrama. »Saya juga tidak menyorot keluarga
mereka, bukan karena tidak penting, tapi
karena film ini berkisah soal musik, bukan
keluarga.”

Tuta menambahkan, setelah bekerjasama
dengan Noah dalam Awal Semula, ia jadi lebih mengenal pribadi Ariel dkk. Menurutnya, para personil Noah bukanlah sosok yang gila hura-hura, namun disiplin dalam bekerja.
"Mereka disiplinnya gila-gilaan sejak bangun
tidur. Percaya enggak percaya, mereka
'enggak gila', tapi mengisi hari-harinya dengan kerja, kerja, dan kerja," kata Tuta, yang demi pembuatan film ini mesti mengikuti personil
Noah saat latihan di studio, tur luar kota,
bahkan saat beristirahat.

Ariel, vokalis Noah, menyebut film ini
membuatnya bisa introspeksi. Ia berseloroh,
setelah menonton film Noah, baru menyadari
gaya bicaranya terkadang emosional. "Pas
lihat rekamannya, saya baru nyadar kalau pas ngobrol kayak orang marah. Saya sendiri
sebelumnya enggak merasa seemosional itu,
hahaha.." ujarnya.

Gara-gara Film, Lukman Noah Kurangi Rokok...

Jakarta: Film Noah Awal Semula
memberi dampak positif terhadap para personil grup band asal Bandung tersebut. Gitaris
Noah, Lukman, misalnya, kini mulai
mengurangi rokok. Jika dulu ia bisa
menghabiskan rokok hingga lima bungkus per hari, kini hanya tiga.

Menonton Awal Semula menyadarkan Lukman bahwa dirinya seorang perokok berat.
»Setelah lihat filmnya, jadi sadar, ternyata saya dan anak-anak (Noah) tuh seperti ini.
Ngerokok terus, hahaha..." ujarnya di Musica
Studio Jakarta, Kamis, 14 November 2013,
malam.

Lukman memahami, risiko memilih format
dokumenter untuk Awal Semula adalah
kebiasaan-kebiasaan buruk personil Noah,
termasuk merokok, yang akan tampak di layar.
Hal itu disadari sang sutradara, Putrama Tatu.
Tatu berujar, tak mungkin menghilangkan
adegan personil Noah merokok, karena
memang demikian kebiasaan mereka.
Vokalis Noah, Ariel, berharap penonton
bijaksana menyikapi adegan merokok dalam
Awal Semula. "Kami juga enggak bisa pura-
pura enggak merokok. Pertama kali kami
setuju konsep film ini ya karena ingin
menampilkan kami apa adanya," kata dia.
"Mungkin mestinya memang ada bimbingan
orang tua, ya."

Awal Semula ditayangkan di bioskop sejak 14
November 2013. Film berdurasi 72 menit ini
mengupas perjalanan Noah sebagai band,
sejak masih bernama Peterpan hingga
diguncang sejumlah masalah, seperti
keluarnya dua personil, dan kasus video porno yang sempat melesakkan Ariel ke penjara.

Guruh Soekarnoputra Suka Film Noah: Awal Semula

Jakarta - Guruh Soekarnoputra,
yang menonton pemutaran film perdana Noah,Awal Semula, mengatakan senang pada film
ini.
"Saya sangat menyukai film ini. Sesuatu di
khasanah musik Indonesia. Film ini
menceritakan perjalanan karier dari awal band bernama Peterpan hingga Noah. Kisah
perjalanan karier dari susah hingga sukses,"
ujar Guruh kepada Tempo.

Menurut Guruh, yang mendirikan Swara
Mahardhika (organisasi pemuda dalam seni),
kejayaan band Noah diabadikan lewat film.
"Saya melihatnya ini merupakan satu
gambaran dari insan musik yang bekerja
dengan segala tantangan dan rintangan,
namun mereka tetap satu," jelas Guruh.

Guruh juga mengungkapkan, Noah secara
langsung maupun tidak langsung telah
berkontribusi terhadap seni budaya Indonesia
dalam bidang musik. "Saya juga menyukai
lagu-lagu Noah, terlebih warna suara Ariel,"
kata Guruh kepada vokalis Noah itu.

"Saya berharap, sepanjang hidupnya, Noah
harus terus berkarya. Dan nantinya mereka
juga harus melakukan kaderisasi agar dapat
terus menjayakan musik Indonesia," ucap
Guruh, yang juga memiliki idealisme bahwa
musik Indonesia harus berkembang dari akar
budaya Indonesia.

Rabu, 20 November 2013

Film Noah Dikritik, Ini Jawaban Sutradara

JAKARTA- Film Noah: Awal Semula yang
resmi dirilis pada 14 November, mendapat
banyak kritikan dari masyarakat.
Sutradara film tersebut, Putrama Tuta pun
memiliki penjelasan sendiri tentang masalah
ini. Menurutnya, semua itu karena gambar
yang direkam, diambil secara candid dengan
kesan yang biasa saja.
"Banyak gambar mentah. Sebetulnya bukan
mentah, dan itu memang konsep saya. Saya
melakukan pendekatan itu, gambar yang
sejujurnya, kehidupan nyata dari Noah," kata
Putrama Tuta saat ditemui di kawasan
Pancoran, Jakarta Selatan, Kamis 14
November 2013.

Selain itu, banyaknya adegan personel Noah,seperti menghisap rokok yang tak luput dari
kritikan. Karena ini film dokumenter, sang
sutradara juga tidak ingin menghilangkan
kebiasaan Noah di belakang panggung.
Apalagi saat tegang menghadapi sebuah
konser dan konflik.
"Saya tidak pernah memikirkan itu, dan tiap
harinya mereka (Noah) merokok. Kita sendiri
mau bikin dan mau cerita, intinya saya enggak mau mencoba membuat mereka tidak jujur,
yang penting tidak freak," lanjut pria yang
akrab disapa Tuta itu.

Bagi Ariel, Lukman, Reza, David, dan Uki,
selain lagu, film ini juga merupakan karya
terbaik Noah yang bisa diberikan. Akting yang
natural serta cerita Noah yang selama ini tidak diketahui, merupakan salah satu keunggulan film tersebut. Banyak cerita yang tak diketahui khalayak, dari berbagai konflik hingga
persiapan menuju sebuah konser.

Ariel: Banyak Pelajaran di Film Noah

JAKARTA- Film Noah: Awal Semula
menggambarkan perjalanan Noah, dari mulai
perpecahan Peterpan hingga konser di dua
benua. Bagi Ariel, banyak sekali pelajaran
yang bisa diambil dari film itu.

Vokalis Noah itu memaparkan, beberapa
scene menarik ditawarkan dalam film tersebut.
Apalagi saat dirinya harus menjadi masa
hukuman di Rutan Kebon Waru, Bandung.
Keseharian, personel yang tersisa menjadi
sebuah haru bagi yang menyaksikannya.
"Cuplikan masa lalu, ada banyak rindunya
karena enggak serta-merta selalu enggak
enak. Di sana (penjara), ada ketenangan
banyak teman, ada sedih juga, ada kangen
juga, dengan keluarga, agak sulit
digambarkan," kata Ariel saat ditemui di
kawasan Pancoran, Jakarta Selatan, Kamis
14 November 2013.

Selain itu, mantan kekasih Luna Maya ini juga
mengungkapkan, pelajaran berharga paling
banyak didapat saat berada di dalam Rutan
Kebon Waru, Bandung. Menurutnya, di sana
banyak orang yang telah memberikan
inspirasi.
"Banyak sekali pelajaran di sana," tutup Ariel.

Putrama Tuta: NOAH itu Bukan Motley Crue!



Salah satu yang menjadi sorotan masyarakat
dari film NOAH 'Awal Semula' adalah
banyaknya adegan merokok. Sang sutradara
Putratama Tuta pun menjawab dengan tangkas keberatan tersebut.
"Sejujurnya, saya tidak pernah mikirin, yang
penting gambar itu men-support ceritanya. Kita ingin memberikan gambar yang jujur. Nanti malah jadinya fake, saya tidak ingin
memberikan cerita yang fake," ujar Putrama
Tuta saat jumpa pers di Kantor Musica Stuido,Pancoran, Kamis (14/11/2013).

Hujan kritik memang langsung mendera film
tersebut pada hari pertama pemutarannya
kemarin. Maklum, para penggemar NOAH yang bahkan mulai dari umur 8 tahun memang
sangat menantikan film tersebut. Faktanya, film semi-dokumenter ini mendapatkan rating untuk semua umur (SU).

Merokok di pesawat, merokok di mobil, merokok di kamar hotel, merokok saat interview,
menghiasi sepanjang film ini.
"Saya menjawab bahwa dengan kondisi
apapun yang sudah saya maksimalkan saya
buat sangat jujur. Itu kenapa teman-teman
NOAH banyak yang nggak tahu materi-materi itu difilmkan," sambungnya lagi.

Namun ada satu pertanyaan yang membuat
sutradara dan para personel NOAH tergelitik.
Apakah sebenarnya sang sutradara bermain
terlalu aman? Sehingga hasilnya terasa masih begitu 'mentah'?
"Mereka ini bukan Motley Crue! Masalah
ngerokok aja barusan jadi pertanyaan kan? Kita ini hidup di Indonesia," sergah Tuta dengan nada diplomatis sekaligus retoris.
"Bahkan percaya nggak percaya, mereka
adalah pekerja yang sangat disiplin. Bukan
seperti band-band dengan gaya hidup ala rock n' roll-nya atau bisa jadi masa itu sudah lewat beberapa tahun lalu," tambahnya.

NOAH sendiri menanggapi santai banyaknya
kritik atas film pertama mereka.
"Kalau dari kacamata kita memang nggak
semanis yang kita rasain. Tapi masalahnya kita nggak mau ada rekonstruksi kondisi. Kita nggak mau syuting lagi. Dan kalau mau yang lengkap itu ya ada di buku," ujar Ariel.

Minggu, 10 November 2013

PETERPAN - TAMAN LANGIT (2003)

01. Sahabat


02. Aku Dan Bintang


03. Semua Tentang Kita



04. Dan Hilang



05. Satu Hati



06. Mimpi Yang Sempurna



07. Taman Langit


08. Yang Terdalam




09. Tertinggalkan Waktu



10. Kita Tertawa



11. Topeng





Artist   : Peterpan
Album : Taman Langit
Tahun  : 2003

Personil : Ariel, Uki, Lukman, Reza, Andika, Indra